Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Prita's Site

Blog EntryOct 26, '11 3:41 AM
for everyone

Pada hari Minggu kemarin saya ikut Pekan Edukasi Kesehatan Anak untuk Orang Tua (PESAT) yang diselenggarakan oleh Yayasan Orang tua Peduli (YOP) dan diprakarsai oleh milissehat.web.id. Walau hanya ikut 3 sesi dari keseluruhan total 5 sesi (1 sesi per bulan), dan baru ikut sekali ini tapi manfaatnya benar-benar langsung terasa :). Saya jadi tak sabar menantikan sesi selanjutnya. Sebenarnya, jauh sebelum tertarik untuk ikut PESAT, saya terlebih dahulu sudah bergabung di milissehat (sehat@yahoogroups.com) berdasarkan rekomendasi dari sahabat-sahabat yang juga para ibu-ibu muda. Awalnya, sebagai calon ibu, saya hanya punya 1 komunitas favorit yaitu di theurbanmama.com. Disana tempatnya dibahas beragam topik yang memang dibutuhkan bagi persiapan seorang calon ibu, dari mulai kehamilan, anak, keluarga, kesehatan finansial, dsb. Namun ternyata, diskusi yang ada ttg kesehatan saya rasa masih kurang mendalam, valid dan bervariasi. Padahal topik kesehatan ini tentunya sangat berperan penting bagi seorang ibu dalam menjaga kesehatan keluarganya. Oleh sebab itu saya akhirnya memutuskan untuk bergabung ke milissehat tersebut.


Kembali ke PESAT 2, acara lengkapnya memiliki jadwal dan materi sebagai berikut:


Sesi I (25 September 2011) Seputar Kehamilan-Kelahiran dan Imunisasi

Topik 1 :  Seputar Kehamilan dan Bayi Lahir (termasuk Jaundice)

Topik 2:ASI

Topik 3:Imunisasi


Sesi II (23 Oktober 2011) Demam dan Kegawatdaruratan

Topik 1:Demam, Kejang Demam, Demam dengan Ruam (termasuk Infeksi

Saluran Kemih*)

Topik 2:Kegawatdaruratan pada Anak serta Cara Penanganannya

Topik 3:Demam Dengue, Demam Berdarah Dengue, dan Typhus


Sesi III (13 November 2011) Common Problems

Topik 1:Batuk Pilek, Bronchitis, Radang Tenggorokan, Asma

Topik 2:Diare, Muntah, Konstipasi, Muntaber

Topik 3:TBC


Sesi IV (11 Desember 2011) Tumbuh Kembang

Topik 1:Makanan Pendamping ASI dan Nutrisi Tepat untuk Tumbuh Kembang Anak

Topik 2:Pertumbuhan dan Perkembangan Anak yang Ideal (termasuk

Anemia Defisiensi Zat Besi*)

Topik 3:Pertumbuhan, Perkembangan dan Kesehatan Gigi Anak


Sesi V (15 Januari 2012) RUM dan Antibiotik

Topik 1  :  Layanan Kesehatan Terbaik untuk Konsumen

Topik 2:Mikroba dan Antibiotika

Topik 3:Penggunaan Obat secara Rasional


Namun, karena dibolehkan untuk ikut per sesi (lepasan), saya memutuskan untuk mengikuti sesi-sesi tertentu saja yaitu yang berkaitan dengan penyakit dan obat (sesi II, III dan V). Jadi berasa ikut short medical course aja nih ^-^

 

Alhamdulillah sesi II kemarin berjalan lancar, walau agak terlambat 30 menit dari jadwal yang telah ditentukan (seharusnya 8:30-14:00 WIB). Saya sendiri sampai lokasi sekitar jam 9 kurang 10 menit. Pertama, setelah mengisi daftar hadir, peserta diminta untuk mengisi semacam kuosioner sebelum acara dimulai. Setelah itu dikumpulkan untuk ditukarkan dengan goodie bag yang berisi 1 modul sesi yang diikuti dan 1 majalah Ayah&Bunda, serta snack untuk sarapan. Lalu acara dimulai dengan pembukaan singkat yang berisi tentang susunan acara, perkenalan singkat akan YOP dan milissehat, serta tujuan diadakannya PESAT. Dilanjutkan dengan presentasi topik-topik secara berkesinambungan hingga hampir pukul 13:00. Yang menarik tentang latar belakang didirikannya milissehat dan YOP adalah, pendirinya yang bernama dr. Purnamawati, SpAk, MMpaed, (semoga nulis gelarnya bener :P) yang ingin mendidik para pasiennya yang kebanyakan adalah para orang tua agar menjadi smart patient (pasien yang rasional, ga asal nrimo apa kata dokter). Oia, Bunda Wati (panggilannya bu dokter itu) ini adalah seorang dokter spesialis anak yang ahli hepar. Intinya sih berangkat dari kesadaran beliau yang sering menemukan kasus berupa rusaknya hati anak-anak karena terpapar efek samping obat yang tidak semestinya dikonsumsi (kebanyakan obat lah istilahnya). Jadi jangan sampai anak sakit sedikit, langsung ke dokter minta obat. Soalnya tidak semua penyakit perlu diberi obat sebagai penanganannya. Belum lagi soal dosis dan efek samping obat yang semestinya harus diketahui oleh para pasien, terutama antibiotik dan puyer. Jika pasiennya sudah rasional, diharapkan dapat membantu dokter dalam menegakkan diagnosa. Soalnya, yang lebih banyak berinteraksi dengan anak itu kan orang tua di rumah, bukan dokter. Jadi harusnya yang melakukan observasi itu orang tua, baru ketika memang saatnya mengambil tindakan medis lebih jauh dapat menyampaikan hasil observasi tersebut kepada dokter. Tujuannya agar penanganannya tepat dan (jika memang perlu) obatnya tepat.


Masuk ke topik pertama yaitu tentang Demam, Kejang Demam dan Demam dengan Ruam yang diisi oleh salah seorang smart parent (sebutan untuk orang tua yang mempelajari ilmu kedokteran/kesehatan dasar untuk menjaga kesehatan keluarga. Sehingga tidak langsung pasrah menyerahkan kepada dokter soal penanganannya). Pada topik ini dibahas tentang definisi demam yang sebenarnya adalah gejala, BUKAN penyakit. Penyebabnya, observasi yang diperlukan, penanganan, dan pengobatan yang tepat, Lalu tentang Kejang Demam atau yang lebih populer dikenal dengan Steup. Pembahasannya terkait perbedaan gejalanya dengan penyakit lainnya seperti epilepsi dan meningitis ensefalitis (apaan tuh? silahkan googling yaa ^-^), karakteristik, komplikasi dan bahayanya, serta penganannya. Diteruskan dengan Demam plus ruam, kebetulan saya sendiri pernah mengalami ini jadi so pasti menyimak dengan serius pas bagian ini. Apalagi dilengkapi juga dengan gambar-gambar contoh kasusnya, jadi sangat membantu pemahaman para pesertanya. Penyakit yang dibahas yaitu campak (measles/morbili), Rubella, Roseola (eksantema subitum), Cacar Air (Varicella), eksantema lainnya. Mulai dari gejala, tindakan dan pencetusnya (virus/bakteri).


Topik kedua (terus terang topik paling mengerikan bagi saya, karena jd tak hentinya berdoa semoga anak saya di rumah tidak akan sampai mengalami kondisi gawat darurat seperti yang sedang dibahas >< ) yaitu tentang Kegawatdaruratan pada anak dan cara penanganannya. Dibuka dengan pentingnya untuk TIDAK PANIK, karena dari tes singkat yang dilakukan diperoleh kesimpulan jika dalam kondisi panik/terburu-buru otak manusia cenderung tidak berfungsi sebagaimana mestinya (lain yang dipikirkan, lain yang terucap). Bayangkan kalo kita salah memberi informasi kepada dokter yang menganinya, kan bisa-bisa tindakan yang diambil salah. Padahal kita sedang berjuang melawan waktu. Pembahasan lebih lanjut adalah mengenai definisi kondisi gawat darurat itu sendiri, bantuan hidup dasar, pelajaran ttg CPR dan Manuver Heimlich pada orang dewasa/anak (aduh nonton videonya serem… walo cuma boneka sih yang di CPR-in). Kalo ada yang bingung, CPR itu yg dadanya diteken2 pake tangan dan diberi napas buatan, lalu manuver Heimlich itu penganan untuk mengeluarkan benda asing yang menghalangi saluran pernapasan (tersedak). Plus dibahas beberapa kondisi gawat darurat dan penganannya seperti: tenggelam, tersengat listrik, tersedak, alergi berat, trauma (patah tulang/terkilir), keracunan, luka bakar, luka karena gigitan hewan/tersayat benda tajam dan mimisan. Btw, topik kedua ini dibawakan oleh dr. Yoga (lulusan FKUI, lagi ngambil spesialis anesthesi katanya), dan diakhiri dengan peringatan untuk sedapat mungkin mencegah kondisi gawat darurat ini agar tidak terjadi. Contoh: pakai helm saat naik motor (jadi inget kasus Simoncelli yang meninggal di Sepang, Malaysia kemarin), dan JANGAN SMS/TELEPON ketika sedang mengemudikan kendaraan. Sebab dari tes yang sudah dilakukan oleh David Strayer (peneliti dari Universitas Utah, USA), otak manusia tidak bisa multitasking. Jika dipaksa (misal sambil nyetir, sambil ngerjain yang lain) maka akan mengurangi cakupan daya pandang, kewaspadaan dan respon pengemudi, yang ujung2nya menyebabkan kecelakaan lalu lintas.


Dan akhirnya, sampai pula di Topik ketiga yang dibawakan oleh seorang dokter juga, yakni dr. Astrid, yang membahas tentang Demam Dengue (DD), Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Typhus. Pembahasan kali ini memang agak berat, karena cukup banyak istilah-istilah kedokterannya, tapi bukan berarti sulit untuk dipahami. Paparannya mencakup perbedaan dari ketiga demam tersebut, mulai dari penyebab, gejala klinis, komplikasi, tes diagnosa penunjang, penanganan/penatalaksanaannya, jenis antibiotik yang diberikan, pencegahan, sampai kriteria pemulangan pasien. Oia, di setiap topik juga dibahas tentang kelirumologinya loh. Kelirumologi itu adalah pendapat-pendapat yang keliru seputar topik yang dibahas. Seperti apakah penderita DD atau Typhus harus selalu dirawat inap dan selalu diberi antibiotik. Khusus untuk Typhus (saya belum lama pernah divonis menderita Typhus), ternyata bayi dapat tertular lewat ASI yang terinfeksi/makanan tambahan yang kurang dijaga kebersihannya, dan tes Widal ternyata masih kontroversial dan sulit dijadikan pegangan karena belum ada kesepakatan akan nilai standar aglutinasi/titer patokan. Diagnosis pasti demam tifoid tegak jika ditemukan bakteri S typhi (ato paratyphi) dalam kultur/biakan darah, walau memang membutuhkan waktu 5-7 hari. Saya sendiri dulu di diagnosisnya menggunakan tes Widal, dan ternyata baru bisa menguatkan diagnosis Demam Tifoid jika ada kenaikan titer 4x lipat pada pemeriksaan ulang dengan interval 5-7 hari. Antibiotik yang digunakan harus dicoba lini pertama dulu baru jika dinilai kurang efektif, menggunakan lini kedua. Di dalam modul yang didapat para peserta, ada penjelasan tentang dosis dan pro-kontra dari masing-masing antibiotik lini pertama dan kedua. Jadi kita tahu mana yang kira-kira lebih aman (kasus ibu hamil/menyusui dan anak) serta minim efek samping. Jika penanganannya tidak optimal maka penderita dapat menjadi karier (pembawa). Phuiih… serem ya. Di sesi ini peserta juga diminta kembali untuk mengisi kuosioner yang sama seperti sebelumnya. Mungkin dimaksudkan untuk menilai sejauh mana pemahaman para peserta terhadap materi yang telah disampaikan.


Acara berikutnya adalah rehat, dan para peserta bisa sholat, makan siang, dan belanja di bazaar sederhana yang diadakan oleh panitia. Disitu dijual beragam produk mulai dari gantungan kunci, kaos, hingga modul dari sesi lain yang telah berjalan. Panitia juga mengijinkan para peserta untuk menyalin file presentasi maupun video yang tadi disajikan. Acara nantinya akan dilanjutkan dengan tugas kelompok dan sesi tanya jawab. Namun sayangnya, saya tidak mengikuti sampai selesai karena keburu kangen sama anak dirumah ^-^ (saya datang sendiri, tanpa anak dan suami). Soalnya saya dan suami sudah berkomitmen untuk memprioritaskan keluarga pada akhir pekan dan berhubung materi sudah tersampaikan semuanya, jadi setelah belanja di bazar dan mengambil jatah makan siang saya memutuskan untuk langsung ciao. Hehehe… (maaf ya panitiaa..). 


Insya Alloh setelah sesi III dan sesi V selesai saya ikuti, akan di sharing juga disini. Pertanyaan lebih jauh? Japri aja yaa ^-^


~Tulisan ini didedikasi untuk sharing dan memenuhi janji kepada seorang sahabat


Blog EntryJan 30, '11 8:59 AM
for everyone
Bersama suami ampe begadang di malam hari (salah satu alternatip untuk menghabiskan malam minggu Anda dengan kreatif ;) ). Menyenangkan juga ternyata, yah setidaknya kami berdua merasa cukup puas dengan hasil akhirnya meskipun pas-pasan (maklum amatiran :P). Si Mas ngerjain exterior-nya, sedangkan saya bagian dalamnya (interior). Walo merasa agak2 ga imbang sih, mengingat si Mas ngerjainnya pake piranti lunak di laptop sedangkan saya hanya dengan buku sketsa, spidol, pensil, penghapus dan penggaris -_-'. Itu karena laptop setia saya masih "under-reconstruction" jadi ya harus nunggu bener dulu. Cannot blame my husband for it of course :P

Anyway, karena kegiatan itu suami saya baru menyadari betapa menyenangkannya arsitektur itu dan betapa kangennya dia dengan perkuliahan. Dia bahkan sampai mempertimbangkan untuk kuliah lagi dan mengambil jurusan arsitektur. Yah, saya sih ga keberatan asal biayanya tidak mengganggu stabilitas ekonomi mikro rumah tangga aja *nah loh* ^-^. Lain yg dirasa suami, lain pula yang dirasa istri, saya pribadi justru merasa deja-vu dengan passion pada interior desain dan betapa sangat rindunya pada penggunaan laptop pribadi ;). Mengingat dulu pernah ngambil kursus singkat piranti lunak tertentu (Lightwave 3D) untuk interior desain. Sekarang kayanya udah banyak yang lupa, selain proses rendering yang membutuhkan kesabaran itu Xp. Photoshop/CorelDraw aja udah jarang banget digali-gali, padahal pengen banget bisa menghasilkan sesuatu dari situ. Setidaknya untuk menyalurkan passion dulu lah. Kalo si Mas, secara dia hobi fotografi jadi makenya udah bukan Photoshop lagi untuk ngedit tapi pake Lightroom dan Photoscape. Menurut dia pribadi tools itu lebih nyaman dan mudah dalam hal penggunaannya. Mungkin bagi pecinta fotografi di luar sana bisa saling berbagi lebih lanjut dalam hal penggunaan aplikasi untuk mengedit foto.

Mengenai desain interior sendiri, udah bikin jatuh cinta sama namanya. Apalagi melihat contoh buku-buku seputar itu yang beredar di toko buku-toko buku. Harganya jangan ditanya, karena banyak gambar dan mengingat kualitas kertas yang dipakai, tak heran harga buku-buku arsitektur dan sebangsanya mahal-mahal. Saya pribadi merasa tertarik melihat bagaimana para artis-artis ahli desain itu mendekorasi sebuah ruang tertentu dari pemilihan jenis komponen, tekstur serta warna. Belum menilik dari segi utitilitas/fungsi dari komponen yang ada, misalnya: meja yang juga sekaligus tempat penyimpanan buku, sofa yang sekaligus tempat tidur, tempat tidur yang memiliki laci-laci di bagian bawahnya, rak buku merangkap meja kerja. Menurut saya itu adalah salah satu solusi dalam
menyiasati pengeluaran untuk properti, sekaligus mengatur penyimpanan barang-
barang yang kita miliki di dalam rumah agar tetap terlihat rapih dan terorganisir dengan baik. Karena perserakan dan ketidakrapihan dalam menyimpan barang-barang di rumah juga bisa memicu stres pada sebagian orang (seperti saya contohnya :P).

Pelajaran yang bisa ditarik dari kegiatan bersama kemarin itu juga ada sangkutannya dengan hubungan antar manusia loh. Bukan, saya bukan bicara mengenai pelajaran PPKN, Sosiologi ato Antropologi (jauh bener yak :D), mungkin lebih ke arah psikologi dan spiritual sedikit. Well, intinya adalah, saya melihat betapa Maha Adil dan Maha Mengetahui-nya Alloh dengan membuat pria-wanita saling berpasangan dan melengkapi. Such as, si Mas yang ternyata lebih tertarik dengan exterior desain sementara saya interiornya. Kalaupun ternyata kami memiliki kesamaan ketertarikan pada suatu hal, belum tentu juga perspektif
kami sama. Persamaan dan perbedaan inilah yang membuat saya merenung lebih dalam tentang hakikat kebersamaan dalam ikatan pernikahan/keluarga. Hal tersebut pastinya dapat memicu terjadinya konflik, dan banyak memang yang mengatakan hidup dalam sebuah ikatan itu tidaklah mudah. The key to survive berdasarkan teori yang saya baca dan nasihat orang2 yang sampai saat ini masih berjuang dan berhasil mengatasi konflik2 perusak keutuhan ikatan tersebut adalah : kesabaran dan pengertian. Dari sisi spiritualitas, kesabaran jelas2 adalah hal yang sangat dianjurkan dalam menjalani hidup di dunia. Baik kesabaran dalam suasana sulit maupun senang, serta dalam istiqomah beribadah dan bermuamalah. Sedangkan pengertian, lebih karena kita adalah manusia, tempatnya salah dan hawa nafsu. Adalah hal yang wajar ketika kita kecewa atau mengecewakan, marah atau dimarahi, sedih atau membuat sedih, karena kita memang bukan makhluk sempurna. Jadi jangan berharap terlalu tinggi pada diri dan pasangan anda, tapi jangan berhenti untuk berbuat yang terbaik selama kita bisa. Segala perhitungan dan keadilan yang sebenarnya ada di tangan Alloh, yang baru kita bisa ketahui nantinya. Janganlah terlalu berkutat dalam perasaan/pikiran/perbuatan negatif yang kita alami, lihatlah di balik itu semua. Apa sih sebenarnya yang kita butuhkan? Apakah perlu mengeliminasi seseorang dalam hidup Anda, alih-alih mengeliminasi persoalan Anda? Mari berpikir lebih bijak. Salam super! *halah* (kebanyakan nonton Mario Teguh nih :P). Kasih sayang dan dukungan juga merupakan faktor penting dalam perekat suatu hubungan/ikatan karena bisa mengeluarkan energi positif dan mengoptimalkan kelebihan masing-masing tanpa saling memusnahkan satu sama lain.

Kembali ke topik utama, soal desain rumah. Ketertarikan saya tentang desain rumah ini berawal dari masa kecil saat kakak perempuan saya membuatkan saya denah sederhana dari sebuah rumah di balik tanggalan/kalender yang sudah tidak terpakai. Denah itu dibuat sedemikian rupa menggunakan spidol warna  dan penggaris, untuk rumah orang-orangan kertas yang saya mainkan. Maklum keluarga kami berasal dari keluarga menengah ke bawah, jadi untuk mainan anak waktu itu lebih banyak yang mumer (murah meriah). Alhamdulillah jadi bisa lebih banyak memancing imajinasi dan kreatifitas kami pada akhirnya :). Kakak saya memang tidak terlalu suka bermain boneka, tapi dia suka melengkapi perlengkapan bermain saya. Seperti contohnya membuatkan rumah untuk orang-orangan kertas ataupun menjahitkan baju-baju untuk boneka barbie saya. Sedangkan saya, lebih suka menjadi sutradara sekaligus pemeran bagi orang-orangan dan boneka tersebut :D. Kakak saya juga suka melibatkan saya dalam kegiatannya, misalnya saya memberi masukan mengenai jumlah kamar atau ruangan tertentu yang saya inginkan dalam rumah tersebut. Saya lebih suka jika kakak saya menggambar di balik kalender yang panjang atau besar, karena biasanya jumlah kamar yang dibuatnya lebih banyak, ruangannnya pun beraneka ragam, ada ruang baca, keluarga, olah raga, dsb. Bahkan bisa ada kolam renangnya. Hanya saja pengerjaannya tidak cukup sehari, secara membuat itu pastinya tergantung mood dan inspirasi dia juga dan ga bisa dipaksa. Alhamdulillah tidak pernah sampai seminggu membuatnya. Komponen pelengkap rumahnya juga sudah digambar, ada pintu, tempat tidur, kitchen set, dining set, telepon, tv, dsb. Semuanya dibuat dengan cara digambar menggunakan spidol dengan skala seadanya tapi tetap proporsional dan warna-warni, sehingga menarik. Dari situ lah sedikit banyak saya belajar
mengenai pelajaran dasar tentang desain rumah.

Sekarang, alhamdulillah kakak saya sudah berhasil mengejar passionnya menjadi seorang arsitek. Dia juga sudah mendesain rumahnya sendiri baik exterior maupun interiornya. Sedangkan saya, yah, bisa dikatakan masih berjuang untuk mengejar apa yang selama ini menjadi passions pribadi :P. Doakan ya semoga bisa segera terwujud. Amin.

Suatu saat akan saya posting hasil desainnya disini :)

Blog EntryMar 2, '09 2:03 AM
for everyone
Laksana elektron pada kulit terdalam atom, dan bagai satelit yang mengitari sebuah planet, this person has won special place in my heart from the very first moment we can understand each other. Bagi ku kedudukannya adalah seperti Andrea bagi Arai. Walau beda usia kami dapat dikatakan terpaut satu fase kematangan, tapi hal itu tidak menjadi perbedaan yang signifikan. Dan meskipun kami bukan saudara kandung, tapi dia lah yang selalu menjadi tempat curhat pertamaku sebelum yang lainnya. Sedari kecil memang sudah banyak yang bilang kalau aku dan dia bagai amplop dan perangko, kemana-mana hampir selalu berdua. Aku sendiri dulu  percaya pada hipotesis pamanku bahwa ari-ari kami dikubur pada tempat yang sama. Bahkan setiap dia hendak pulang, orang tuanya harus berlama-lama membujuknya untuk mau berpisah denganku. Adegan masa childhood yang selalu diawali dengan dia mengunci dirinya di kamar agar tidak dipaksa pulang, dengan kepalanya menyembul di dekat jendela, melihat diriku yang berdiri di luar sambil nyengir-nyengir  ke arahnya (ga tau apa yang harus dilakukan untuk membujuknya pulang, karena sebenernya aku juga ga ingin dia pulang :p). Biasanya adegan ini diakhiri dengan kepulangannya yang selalu dibarengi dengan tangisan tidak-rela-berpisahnya. Dan rasanya volume suara anak usia pra sekolah yang menangis dengan sepenuh hati tidak perlu kugambarkan lagi disini ^-^. Saking sudah rutinnya, aku sampai kehilangan kepekaan hingga saat dia sedang mengunci diri lagi aku sudah asik main sendiri di ruangan lain yang tentunya tidak bisa dilihat olehnya dari kamar tempat dia menyandera dirinya sendiri :p. Drama tersebut berakhir ketika ibuku sendiri akhirnya turun tangan dan menasihatinya bahwa pada setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan, dan akan ada pertemuan-pertemuan lainnya. Kupikir saat itu, dia tidak akan mengerti apa yang ibuku bicarakan (I mean, c'mon, a pre-school year old child dengan perbedaan 4 tahun lebih muda dariku coba) tapi ternyata aku salah. Mulai sejak saat itu, berakhirlah drama penyanderaan diri yang dilakukan oleh sepupuku setiap berkunjung ke rumah nenek ku di Jakarta. Sempat sedikit kesal sama ibuku sih, karena aku akan kehilangan drama itu untuk seterusnya.

Secara dia adalah sepupu terkecil yang sudah bisa diajak main di keluarga nenek dari ibuku, maka sudah dapat dipastikan posisinya dalam piramida rantai permainan dalam keluarga besar nenek ku. Anak bawang, korban utama, hingga pembantu utama, semua posisi yang dulu kusandang beralih padanya. Di puncak piramida, adalah penggagas permainan sekaligus penentu aturannya, adalah kakak perempuanku. Sedangkan di tengah piramida, adalah aku yang biasanya bertugas untuk menerima perintah supaya bisa ikut dalam permainan, meneruskan perintah tersebut ke dasar piramida, dan memastikan agar perintah terlaksana. Arti anak bawang sepertinya tidak perlu dijelaskan lagi, intinya, kau adalah orang yang seakan-akan ikut permainan tapi tidak dihitung sebagai pemain karena IQ dan kemampuan dianggap belum memenuhi batas minimum. Korban utama berarti kau harus siap sedia untuk dijadikan model/kelinci percobaan dalam permainan yang ada, misalnya belajar memakai make-up hingga peniruan adegan dalam film kartun. Pembantu utama, diperlukan saat kami (atau orang-orang di bagian piramida lebih tinggi) ingin jajan sesuatu dan tidak memegang uang. Biasanya, tugas pembantu utama lah untuk bilang (baca: minta uang) dan merengek minta jajanan tersebut kepada orang dewasa di keluarga kami. And it is my job to seduce and help her until mission accomplished. Walau kadang memang perjalanan tidak semulus yang kami kira.

When we're grown up, it is I who give her big influence and sort of path to follow. Tentunya teman-teman di sekitarnya juga, tapi secara sudah dari dulu dia menganggapku sebagai kakak dan sahabat terdekatnya, jadi kurasa hipotesis yang terkesan narsis tersebut tidak berlebihan :p. Salah satu contoh pengaruh besar dan tindakan yang dicontoh olehnya dari ku adalah tentang Tragedi Merica. Peristiwa ini sendiri sebenernya diinspirasi oleh tayangan film kartun dimana ada adegan seseorang yang ditaburi/dipaksa mengendus merica oleh tokoh kartun tersebut hingga orang itu bersin tak henti-henti. Kebetulan pada hari itu aku mendapatkan merica bubuk sachet dari salah satu paket franchise ayam goreng ternama yang dibeli kemarin. Since the ingredients for the experiment is ready, yang kurang tinggal kelinci percobaannya saja, maka kupanggillah sepupu kecilku itu. Pertama-tama merica bubuknya kutuangkan di salah satu telapak tanganku, lalu kubujuklah dia untuk mengendusnya. Sayangnya, bujukanku saat itu tidak mempan karena firasat buruknya kurasa bekerja dengan baik pada waktu itu (secara aku membujuknya sambil tertawa-tawa duluan). Di buku-buku biasa dikatakan bahwa jika pendekatan baik-baik tidak berhasil, pendekatan tidak baik-baik lah yang harus dipakai. Lalu, aku pun coba mengancamnya dan memaksanya untuk mengendus, tapi tetap saja gagal bahkan dia tambah curiga dan menatap bubuk berbahaya di telapak tanganku itu. Akhirnya karena sudah geregetan, aku pun mendekatinya dan meniup bubuk merica itu tepat di depan wajahnya. Voila, it works ! Just like in that cartoon movie, dia pun segera terbangkis-bangkis. Uh-oh, tapi sepertinya ada sedikit kalkulasi atau efek sampingyang tidak kuperhitungkan, secara korban di film kartun itu tidak menampilkan gejala-gejala mata perih akibat kemasukan merica. Maka, actual final result-nya adalah sepupuku yang menangis kencang sambil terbangkis-bangkis. That's why I called it Tragedi Merica, since it is on the category of hillarious accident due to uncountable negative effect ^-^v. Fortunately, datanglah pa'de ku yang menyelamatkannya dari penelitian amatiranku lebih lanjut (yakni tentang menghapus perihnya merica dari matamu. I actually at the moment thinking of using obat tetes mata untuk meredakan iritasi). Not long after that incident, kami pun segera berbaikan kembali (alhamdulillah tidak ada masalah lebih jauh pada matanya) dan sepakat untuk tidak menyinggung soal ini lagi. Bulan pun berlalu hingga hampir setahun. Kabar selanjutnya yang kudengar tentangnya adalah pertemanan dengan teman main yang juga adalah tetangga sebelah rumahnya yang terancam kandas, setelah dia melakukan eksperimen serupa (baca: mengulangi Tragedi Merica) dengan temannya itu sebagai korbannya. Bahkan dari penuturannya sendiri, dia bilang langsung meniupkan ke muka temannya itu tanpa pakai acara membujuk lagi. See, now you know what I mean by: I give her a sort of path to follow ^-^v. Aku, terus terang hingga sekarang pun suka agak was-was jika ada orang yang mempertanyakan kenapa sepupuku itu sama sekali tingkah lakunya tidak mirip dengan orang tuanya sama sekali. Misalnya, kenapa dia suka film horor, Linkin' Park dan condong pada sifat-sifat premanisme/dominan. Tapi bukan berarti aku tidak pernah memberikan pengaruh positif padanya loh *membela diri*. Salah satu pengaruh baik yang aku pernah turut andil dalam hidupnya adalah soal pemakaian hijab, and yes, I'm very proud of it. Dari dulu untuk soal membujuk, aku tidak terlalu sering menggunakan pendekatan verbal yang berulang-ulang. Aku lebih suka memberi contoh secara langsung, toh yang diajak akan bisa menilai sendiri apakah itu hal yang baik atau bukan, and the most important thing is mereka bisa menentukan keputusan bagi dirinya sendiri soon as they knew the risks. Dulu bahkan grafik keimanannya bisa berbanding lurus denganku, kalau dia lihat aku lagi rajin baca quran biasanya dia ikutan rajin. Pun kalau aku lagi rajin berderma, dia ikutan ramah dan murah hati. Aku pun juga membantu mengup-grade knowledge-nya seputar high-technology, internet dan kemampuan berbahasa inggris.

Tentang panggilan, sejak dulu dia memanggilku dengan 'mba', yang padahal justru akulah yang seharusnya memanggilnya begitu (karena dia adalah anak dari kakak ibuku, begitulah setidaknya menurut aturan tata-krama javanese), yet my sense of pride alias ego ku sepertinya tidak mau berkompromi soal ini. Pendek kata, siapa yang lebih tua dia lah yang harus lebih dihormati, itu menurutku. Kalaupun ada jalan tengah, ya cukup memanggil nama masing-masing saja tidak perlu pakai embel2 'mba' seterusnya. Hehe, tapi sepertinya tidak akan pernah terjadi jalan tengah itu, secara biasanya aku langsung nyuekin dan idak mengikutsertakannya dalam permainan apapun, jika dia tidak memanggilku dengan 'mba' sebelumnya (jahat ya.. :p). Looks like, i'm not a good older sister for her after all. Dari dulu pun nama panggilanku untuknya berubah-ubah sekehendak hatiku. Mulai dari Minying (ini karena ikut-ikutan Tante ku), Pitomon (terinspirasi oleh Digimon dan Pokemon), Pimon (lebih singkat dan bisa dinyanyiin. Kalian pasti tau lagunya. Itu lho yang "Pimon, Pimon, Pimon, kupanggil dia Pimon. Suaranya riang. Datanglah oh Pimon, datanglah kerumahku, ...". Oke, oke, I admit, aku emang terinspirasi dari OST film kartun P-man). Dan panggilannya yang terakhir adalah Cimol (maafkan aku karena tidak bisa memaparkan pada kalian penyebab kenapa aku memanggilnya begitu :p). Tapi dia sendiri pun memberlakukan hal yang sama, memanggilku dengan panggilan seenaknya. Mulai dari Indro (ini kalo dia lagi sebel sama aku kayanya), Bindi (kependekan dari Mba Indri), hingga Bin (artinya bukan lah tempat seperti Recycle Bin, tetapi panggilan yang lebih singkat dari Bindi).

Walaupun hubungan kami naik turun, alhamdulillah amplitudonya tidak terlalu tinggi, jadi kami bisa saling mentolerir hingga saat ini. Sekarang dia menjelma sebagai referensi utama bagi orang-orang yang ingin mengenalku lebih jauh lagi, this human-diary-to-me knew almost every feelings, habbits and dirty little (and not) secrets I have. Makanya, kadang aku malas nulis diary karena merasa sudah cukup dengan ngobrol sama dia. Bahkan dia sudah bisa membaca pola diriku, kapan aku lagi BT, lagi kasmaran, lagi sedih, lagi sakit, lagi males, lagi kumat PMS, lagi tinggi imannya, lagi jahil, dll.  She also still consider me as her oneechan (sister) dan juga mempercayakan rahasia remeh-temeh (mulai yang baik hingga yang buruk) hingga soal penentuan calon suami kepada diriku. Meskipun, aku memiliki kebiasaan buruk seperti lupa (tanggal lahirnya) dan keceplosan pada waktu yang salah :p. Intinya, kami saling percaya dan 'membuka kartu' di tangan masing-masing. Waktu aku dan keluarga berangkat haji pun, surat wasiatku kupercayakan padanya (in case I didn't come back from the journey).

Yet the main reason that makes me decide her as my first satellite adalah, komentarnya pada waktu kami sama-sama menginjak usia wajib belajar 9 tahun. Dia pernah bilang begini padaku waktu itu, di kamar, dimana hanya ada kami berdua: "Yah, ntar gimana kalo Bindi udah nikah? Pokoknya aku ga mo pisah sama Bindi. Kalo perlu nanti kita sebelahan ya dikuburnya, biar bisa sama-sama terus selamanya." And at that moment, all I can do is gaze her in the eyes, sambil berusaha menahan air yang akan membuat mataku berkaca di depannya. Wondering, dengan perekat macam apa Allah melekatkan hati kami berdua.

~Dedicated to (DF) my dearest cousin, partner-in-crimes, room-mate (now) and bestfriend ever ^-^v

Blog EntryFeb 17, '09 8:35 PM
for everyone
Ini sebenernya diniatkan untuk diposting tahun lalu. Cuma berhubung satu dan lain hal, jadi baru sempet posting sekarang ^-^v

***

You are influential and persuasive (correct ^-^). You tend to have a lot of power over people (hmm, depends on lots of factor. terutama mood personal).
Generally, you use your powers for good (hohoho.., berasa jadi heroine ^-^). You excel at solving other people's problems (thank you very much =p. Hayo-hayo, yang mo konsultansi masalah pribadi silahkan.. gratis untuk 3 bulan pertama).
Occasionally, you do get a little selfish and persuade people to do things that are only in your interest (damn right :D).
 
You are wild, crazy, and a huge rebel (true). You're always up to something (true).
You have a ton of energy, and most people can't handle you (hah? perasaan ga segitunya, tergantung kadar dopamin di otak ;p). You're very intense (can someone explain more about this sentence means?).
You definitely are a handful, and you're likely to get in trouble (believe me, I never intend to. just most of the time, people dont give label such as: watch out, there may be problems ahead if you do this). But your kind of trouble is a lot of fun (cannot disagree ^-^).
 
You tend to be pretty tightly wound (wound on what?). It's easy to get you excited... which can be a good or bad thing (verrrry correct, LOL).
You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly (true, im moody. waddya expect?). You don't stick with any one thing for very long (no comment).
You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time (the question is, what kind of "a lot". does troubles count?). Your biggest problem is making sure you finish the projects you start (you can see it in my reading habbit for sure :p).
 
You are a seeker (true). You often find yourself restless - and you have a lot of questions about life (ga juga sih).
You tend to travel often, to fairly random locations (err... not really. Like the places, hate the journey with vehicles/planes/boats/trains). You're most comfortable when you're far away from home (depends on HOW LONG and WITH WHOM).
You are quite passionate and easily tempted (true). Your impulses sometimes get you into trouble (painful facts T_T).
 
You are usually the best at everything  (amin) ... you strive for perfection (who didn't?).
You are confident, authoritative, and aggressive (pretty much).
You have the classic “Type A” personality (hehehe... don't really gets it, but i'm flattered =D).
 
You are very intuitive and wise (ehm.. ehm..). You understand the world better than most people (I am, huh?).
You also have a very active imagination (true. thats why i'm considering to be an author or a director). You often get carried away with your thoughts (true).
You are prone to a little paranoia and jealousy (paranoia? dont think so. jealousy, of course but still in the top-ceiling-average limit ;p). You sometimes go overboard in interpreting signals (what signals? can someone explain...).
 
You are balanced, orderly, and organized (well, you shud've seen my room. it's quite bit of a mess =p). You like your ducks in a row (don't have ducks. but i have cats and birds, and i don't like when they're in a row, it's noisy =( ).
You are powerful and competent, especially in the workplace (i'll let my co-workers and partners decide).
People can see you as stubborn and headstrong (not really. but when things go against my will, my mood will definitely drop to its lowest level). You definitely have a dominant personality (true ^-^).
 
You are deeply philosophical and thoughtful (true). You tend to analyze every aspect of your life (correct).
You are intuitive, brilliant, and quite introverted (feel it too). You value your time alone (yup, usually for sleep ^-^v).
Often times, you are grumpy with other people (it's rarely, not often). You don't appreciate them trying to interfere in your affairs (you mean like this statement : over my dead body to read my diary).
 
You are the total package - suave, sexy, smart, and strong (don't really sure about 2 first words, but the last 2 words sounds great :D).
You have the whole world under your spell, and you can influence almost everyone you know (delicious, wish i can eat this =p).
You don't always resist your urges to crush the weak (hmm, crush the weak. Did heroine sometimes did that?). Just remember, they don't have as much going for them as you do (apa lagi ini maksudnya...? OMG, No wonder I've got only around 500 for score prediction TOEFL *sigh*).
 
You are truly an original person (:-O you mean there is a fake person? what did they made of?). You have amazing ideas, and the power to carry them out (amazing ideas, true. carry them out, still needs further research).
Success comes rather easily for you... especially in business and academia (amin).
Some people find you to be selfish and a bit overbearing (I didnt sell any fish, and what is overbearing means? *opening a dictionary*). You're a strong person (amin, GBU).

~Taken from salah satu situs penerjemah nama. Lupa namanya >_<'

Blog EntryFeb 17, '09 3:41 AM
for everyone
Catatan ini saya buat untuk memenuhi janji saya kepada Allah SWT, untuk memaparkan sebagian dari nikmat dan karunia yang diberikan-Nya kepada kami (saya dan keluarga) selama berada di tanah suci dan menjalankan ibadah haji. Dan mengingatkan saudara-saudaraku sesama Muslim akan firman-Nya "Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?" (Q.S. 55:13). Semoga kita semua termasuk ke dalam hamba-hamba-Nya yang bersyukur. Amin

***

1. Journey to Mecca

Siapa yang tidak ingin berhaji? Sebuah pertanyaan restoris yang ditujukan bagi saudara-saudari saya yang muslim dan berakal sehat. Bahkan yang sudah pernah pun, masih ingin lagi. Keistimewaan ibadah haji ini adalah, saringannya benar-benar atas kuasa Allah. Bagaimana tidak, bukankah yang dikunjungi adalah rumah-Nya dan bukankah Dia maha Kuasa lagi Berkehendak untuk menentukan orang-orang macam apa yang pantas menjadi tamu-Nya. Bagi mereka yang belum diijinkan-Nya, biasanya akan terjungkal oleh 3 U (maU, mampU dan waktU). Jika salah satu dari 3 U tadi tidak terpenuhi, sudah pasti tidak akan bisa berangkat haji. Oleh sebab itulah dari mulai bulan Rajab 1429 H, pimpinan KBIH (Koordinator Bimbingan Ibadah Haji) Sakinah -tempat kami sekeluarga bergabung- yaitu KH. Sulaiman Zachawerus berpesan agar dari mulai saat dini kami harus membenahi niat kami, menyempurnakan tata cara ibadah kami, menjaga puasa kami, menghindari berbagai kemaksiatan dan kemusyrikan, agar lancar dan dipermudah oleh Allah SWT.

Beberapa fase yang kami harus lalui dalam tahap persiapan menuju tanah suci ini antara lain,
1. Pendaftaran (yang sudah harus dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya)
2. Pembukaan tabungan haji (di bank mana saja, yang direkomendasikan adalah yang syariah tentunya)
3. Demonstrasi soal kejelasan kuota di Bekasi (secara kami merasa dizholimi akibat penetapan yang serta merta, mengabaikan prosedur, dan tanpa sosialisasi. sehingga menyebabkan berkurangnya kuota bekasi secara drastis.)
4. Pelunasan BPIH (dulu namanya ONH, skrg BPIH. Salah seorang calon haji berkelakar, bahwa nama tersebut diganti oleh Depagkarena ONH berarti Ongkos NAIK Haji, sehingga akan selalu Naik tidak pernah turun :D)
5. Cek Kesehatan 2x (bagi yang takut disuntik, jarumnya bisa milih yang diameternya kecil sehingga tidak begitu terasa saat diambil darah ;p. Vaksin yang gratis hanya Meningitis, yang lain seperti vaksin flu harus bayar lagi. Dari hasil pemantauan di lapangan langsung, bahkan tanpa vaksin flu, jemaah yang sudah sepuh pun alhamdulillah baik-baik saja disana. Dan yang sudah suntik vaksin pun, tetap kena flu juga disana.Obat anti haid juga tidak direkomendasikan walaupun tenaga kesehatan yang bertugas akan bilang obat tersebut aman, karena bagi sebagian wanita, efek sampingnya malah justru bisa membahayakan atau lebih merepotkan (mengakibatkan siklus haid jadi tidak normal). Toh kegiatan yang tidak bisa diikuti jika sedang haid hanya thawaf, itu pun bisa dilakukan setelah haid selesai selama masih bulan Dzulhijjah).
6. Persiapan kelengkapan yang dibutuhkan selama ibadah haji nanti (kain/baju ihram, baju hangat, obat-obatan, peralatan mandi, perlengkapan ibadah, dll)
7. Masuk embarkasih / asrama haji (tergantung wilayahnya, kalau Jakarta masuk ke asrama haji yang di pondok gede. kalau Jawa Barat masuk ke asarama haji yang di Bekasi, yang ketika demo diancam untuk disegel oleh warga Bekasi :p)
8. Naik pesawat ke Jeddah

Bagi mereka yang punya mabuk darat/laut/udara, jangan lupa membawa Antimo atau obat anti mabuk lainnya, karena bila pesawat melewati cuaca buruk hampir bisa dipastikan mereka tidak akan tahan. Tolak Angin dan yang sejenisnya juga sangat membantu karena bisa jadi makanan yang disajikan di pesawat tidak sesuai dengan selera kita. Nah, jika makanan yang masuk sudah sedikit, potensi masuk angin pun akan semakin besar. Perjalanan yang saya dan keluarga lalui pun tidak bisa dibilang mulus, bayangkan saja baru 5 menit take off pesawat sudah "terjun bebas" ke bawah alias kehilangan ketinggian yang cukup signifikan secara mendadak, padahal cuaca waktu itu di bandara Soekarno Hatta tidak buruk. Benar-benar dzikrul maut yang sangat ampuh yang diberikan oleh Allah SWT untuk membersihkan kesombongan atau kemusyrikan di dalam dada kami (termasuk saya), hingga hanya kepada-Nya lah kami berdoa dan memohon pertolongan. Dan itu pun baru pembuka saja, kalau ditotal kirakira ada 10 kali pesawat Saudi Airlines yang kami tumpangi melewati cuaca buruk. Mengingat rute yang dilalui adalah melalui samudra , maka sangatlah wajar jika ingatan sebagian besar penumpang kembali pada musibah Adam Air yang bangkai pesawatnya saja sudah hancur berkeping-keping dan lokasi jatuhnya sulit ditemukan. Apalagi bagi mereka (baca: saya) yang sudah mendengar "rekaman terakhir" black box pesawat naas tersebut, rasa takutnya pasti lebih tinggi. Di saat-saat tersebut yang ada hanya tawakal, dzikir dan doa kepada Allah SWT.

Saat di pesawat, sholat yang dilakukan pun dapat di jama' dan di qashar. Jika Anda tidak yakin tentang waktunya, tanyakan saja kepada pramugarinya apakah sudah masuk waktu sholat atau belum. Di pesawat khusus jemaah haji juga akan diumumkan tentang batas miqat yang dilewati, sehingga para calon haji sudah bisa melafadzkan niat haji atau umrohnya (tergantung yang mana yang akan dikerjakan lebih dahulu sesampainya di Mekah). Setelah melafadzkan niat tersebut, maka larangan-larangan ihram sudah mulai berlaku.

Alhamdulillah sekitar jam 7 lewat waktu Saudi, kaki kami sudah kembali tegak menginjak bumi di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Setelah mengeluarkan isi dari koper-koper kesabaran yang kami bawa selama menunggu pemeriksaan imigrasi, akhirnya sekitar pukul 16 kami bertolak ke Mekah menuju pondokan atau maktab yang terletak di daerah Nuzha dengan bis yang telah disediakan. Alhamdulillah pimpinan rombongan kami (ustadz Roni Anugrah, dari Sakinah juga), sangat mahir bahasa Arab. Maklumlah beliau adalah alumni dari universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, jurusan Tafsir Hadits dan 1 angkatan dengan Habiburrahman El-Shirahzy (penting ya? =p). Sehingga kami bisa berkenalan dengan supir dari Syria dan banyak diberi pengetahuan tentang wilayah-wilayah yang kami lalui serta kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di Saudi Arabia.

Pondokan yang kami dapatkan meskipun jaraknya lumayan jauh dari Masjidil Haram, yakni 7-8 Km terhitung nyaman. Kamar dan kamar mandinya bersih dan bahkan lebih baik kondisinya dari asrama haji Bekasi (terima kasih ya Allah, telah Kau kabulkan doaku), airnya tidak kurang, rumah makan dan masjid pun dekat, benar-benar alhamdulillah. Pada jam-jam tertentu, muassasah pun menyediakan bis khusus bagi para jemaah Indonesia yang ingin pergi ke Masjidil Haram. Namun karena jumlah bis yang cuma sedikit, lagi-lagi harus bersabar untuk antri, berdiri dan berdesak-desakan (ini sih ga jauh beda sama di Indonesia ya, jadi tidak banyak yang komplain :p).

~Buat temen-temen yang nitip doa, udah disampaikan kok. 

Blog EntryNov 19, '08 12:11 AM
for everyone
Assalamu'alaikum wr wb

Liebe Freund und Freundinen,

Ich möchte Pilgerfahrt zum Mekka gehen.. (halah, ribet. Let's switch to the national language =p).

Teman-temanku tersayang,

Insya Allah pada tanggal 24 November 2008, Prita dan keluarga akan berangkat ke Mekah untuk menunaikan Ibadah Haji. Mohon maaf jikalau selama ini ada khilaf yang Prita lakukan baik sengaja maupun tidak kepada kalian semua. Kalo ada yang merasa dihutangin, tolong ingetin Prita/ahli warisnya untuk membayar (dan alangkah lebih baik lagi jika diikhlasin aja =P). Dan buat yang pada ngutang sama Prita, mohon ingat akan kewajibannya untuk membayar (kalo bisa sebelum Prita berangkat lebih baik lagi =P. Hehehe...). Mohon doanya juga ya semoga Ibadah Haji kami diterima dan diberkahi oleh Allah, selamat selama dalam perjalanan dan meraih Haji yang mabrur. Amiiin.

Last, buat yang pada mau nitip doa, silahkan japri aja ke: syahrazad@gmail.com. Kalau bisa sebelum tanggal 23 November ya, soalnya tanggal 23 November 2008 pagi kami sudah masuk Asrama Haji ^-^. Insya Allah kami akan kembali ke Tanah Air tanggal 2 Januari 2009.

Wassalamu'alaikum wr wb.

Blog EntryMay 6, '08 8:36 PM
for everyone
Waww, it surely quite a long time eh, minna, since I wrote in this dedicated blog of mine ^-^. No wonder lots of request (terjemahan ngasal: todongan) to write again from my fans =P (hehe, ini juga hiperbolis). Eniwei, kali ini saya mau memosting sebuah kisah yang diangkat dari sekelumit pengalaman nyata dari kumpulan hari-hari perjuangan di masa-masa kuliah (dengan sedikit bumbu disana-sini *teteup* ;P). Berhubung one of my college friend started this flashback-thing, so I've decided to share mine a little bit. Bagi kedua bintang tamu yang tercantum dalam kisah ini, tenang saja nama kalian sudah disamarkan (so, jangan nuntut dengan pencemaran nama baik ya, apalagi minta royalti ><). Yosh, here it is:

***

Background dari kisah ini adalah suatu saat di kuliah PPM (Prinsip2 Manajemen) yg gw ikutin di Fakultas tercinta gw [crossing finger]. Semuanya berawal dari pertimbangan gw utk memilih apakah akan duduk di baris belakang dengan kondisi ;
<1>udah pasti ga akan memperhatiin apa yang dijelasin ama dosennya,
<2> tapi bisa sembunyi2 utk baca chicklit/komik-pinjeman ato menguap kalo dah ngantuk,
<3>bisa ngobrol ama temen pula & melewati 2 slot kuliah tanpa terasa [sekedar penjelasan : maksud gw ngobrol disini bukan ngobrol nonstop dari awal kuliah ampe selse, tapi just in case klo kita udah ngerasa bener2 boring & memilih untuk tetap terjaga daripada tertidur di kelas krn ngantuk].

Ato akan kah gw memilih utk duduk di depan dengan resiko ;
<1> sewaktu-waktu jika dosennya lagi kumat maka gw akan menjadi the chosen one [baca : ditunjuk utk menjawab
pertanyaan yg diajukan olehnya, yg pastinya akan membuat gw gugup setengah mati, membuat napas sesak, menampakkan raut muka yang aneh dan bergumam tidak jelas instead of answering the question.Tolong gambaran ini jangan diterjemahkan mentah2 ! ],
<2> menahan rasa tegang berkepanjangan [& tidak bisa menjauhkan
pikiran untuk berdoa semoga dosennya ga bakalan kumat / jikapun kumat, pertanyaan yg diajukan akan semudah mencari hasil 1+1, ato ttg siapakah nama presiden RI yg sekarang],
<3> ga mungkin banget bisa baca chicklit with or without covering, kemungkinan utk ngobrol enak adalah 9 % [krn berhubung yg biasanya duduk di depan adalah anak2 yg serius dalam belajar & ga begitu suka ngobrol ketika kuliah berlangsung] & utk menguap adalah 10 % [sebenernya bisa 100 % klo dosennya lagi ga ngeliat ke arah lo ;P],
<4> lalu menunggu seabad utk menyelesaikan 2 slot kuliah tsb.
Yet finally, gw milih utk duduk di depan. Why ??? coz once in my life I wanna do something good for myself + my parents [dgn membalas jasanya & tidak menyia-nyiakan uang kuliah ^-^v], & useful for my future, & breaking my bad rabits [ups, I mean habits].

Oke, kita lanjut. Sekarang keadaannya adalah gw duduk di barisan terdepan di urutan nomor 3 [my favourite number] sisi sebelah kiri dari meja dosen & duduk di antara Y & N. Saat itu kami [maksud gw, dosennya] sdg membahas ttg evolusi dari manajemen itu sendiri. Started from Egypt, China, & so on. pembahasan pun semakin menarik ketika dosennya membahas ttg kemajuan industri di jepang itu berawal ketika ada dosen dari universitas tokyo yg rupanya belajar di amerika ttg manajemen & mendirikan JUSE [sekolah manajemen di jepang]. Ketika si Y nyeletuk [dengan suara pelan tentunya], "terang aja mereka bisa maju, kan ada
batosai" [mudah2an kalian pernah nonton samurai x, kalo ga kalian ga akan bisa nangkep inti dari cerita ini] & disambut dengan N yg juga sehati dan berkata "oiya ya, mereka kan punya kenshin." Gw cuma bisa amaze sejenak sebelum akhirnya terkikik juga dengernya. Trus kami jadi berdiskusi jaman kapan kira2 hal itu terjadi, apakah ketika era tokugawa ato restorasi meiji [can u imagine ?!]. Dan ketika dosennya menyebut bahwa manusia adalah binatang ekonomi, Y pun bergumam lagi sendiri "Binatang. binatang jalang." trus gw sambut aja dgn "dari kumpulannya terbuang," dan yg ada kami berdua jadi geli sendiri trus malah
berdebat ttg siapa yg ngarang puisi itu, WS rendra kah ato chairil anwar. Dan masih ttg
kemajuan industri yg pesat di jepang, dosennya menjelaskan bahwa 2 guru besar ttg
manajemen di amerika pada saat itu sering banget pergi ke jepang. yang akhirnya
membuat gw & Y berkesimpulan bahwa kenapa-indonesia-ga-bisa-semaju-jepang-dalam-hal-industri adalah karena mereka berdua ga pernah mampir di indonesia [meskipun jarak jepang-indonesia ga begitu jauh], mungkin saat itu ongkos kapal laut sangat mahal atau ada badai tropis rutin yang menghalangi lalu lintas perairan menuju Indonesia.

The next thing happened without any notation is, dosennya KUMAT ! dia mulai bertanya, negara mana yg paling maju/kaya saat ini. Dan Y seperti biasanya menyeletuk [lagi !] "tergantung maju dalam apanya dulu nih, indonesia juga maju loh, jangan salah." "Maju apanya?", tanya gw. "hutangnya." jawab si Y asal. terang aja tawa gw meledak, tapi berhubung keadaan kelas yg juga aga ribut jadi tawa gw tersamarkan. Until suddenly, si Y kena sudden death [diiringi background lagu Karma oleh Cokelat]. "Kamu ! Ya, kamu yang cengengesan. Negara mana yg menurut kamu sekarang ini paling maju?" tanya sang dosen. Y pun terkesiap & yg ada gw malah ngomporin [dengan suara pelan tentunya] "hayo loh Y ! udah, bilang aja yg tadi lo sebut." dan dengan nekatnya [apakah semua cowo itu emang dilahirkan dengan bakat untuk nekat ya?] dia pun nanya balik sama persis dengan percakapan kami sebelumnya trus hasilnya 1 kelas jadi pada ketawa deh. Emang dasar tuh si
Y, mana setiap beberapa menit sekali dia nanyain jam mulu lagi ama gw. He he ..
ternyata ga cuma gw doang yg pingin kuliah cepet2 berakhir. maklumlah, ini kan kuliah
terakhir di hari jumat yg selsenya jam 15.10.

Oia next, ketika ada seorang tokoh yg namanya Elton Mayo disebut ama dosennya gw ga bisa berhenti penasaran kenapa nama belakangnya bukan Mayor aja, instead of Mayo. Dan Y bilang -sambil asik mainin game di hp Ericson P800 nya- itu karena dia gagal jadi seorang Mayor, trus dia mutusin utk mengakhiri karirnya di bidang kemiliteran & pindah ke ekonomi
manajemen *yeah, right !*. Seperti ketika di slide ada nama Philip B. Crosby, N
bilang kalo itu adalah nama asli dari Bill Cosby [yg maen di The cosby show, dulu di
metroTV tiap minggu jam 10.30] ya ampun! Mo jadi apa Indonesia *geleng-geleng geli*. Well, setelah beberapa lamanya kami terdiam (baca: tenggelam dalam lamunan atau kegiatan masing-masing) ; dimana gw pura-pura asik dengerin penjelasan dosen sambil beberapa belas
kali bergerak utk nyari posisi duduk yg enak sekaligus berusaha keras menahan rasa
ngantuk yg mulai menyergap, & Y yg masih asik dgn game-nya, trus N yg
[tanpa diragukan lagi adalah termasuk tipe anak yg agak serius] sedang asik
memandangi slide manajemen. Tiba-tiba si Y pun memulai kembali obrolan
dengan bertanya "Gimana ya kira2 cara ngasih tau dosennya kalo jam ngajarnya dah
selse?" trus gw jawab "Gampang, lo batuk2 aja yg kenceng. ntar kalo dosennya
nanyain, baru deh bilang kalo jam ngajarnya dah selse." dan dengan senengnya dia
menjawab "Wah, boleh juga tuh !". And did he actually coughing in purpose? I'll let him answer it ^-^.

Singkat cerita, akhirnya, kuliah berakhir dengan wajar [definisi wajar : seisi kelas mulai resah & gelisah serta mulai rame & sebagian besar mahasiwa menampakan raut wajah ingin-cepat-keluar-biar-bisa-cepet-pulang & dosen pun mengakhiri perkuliahan dengan kesadaran + tanpa paksaan siapa pun]. Ah, I really like a happy ending story ^-^v.

Buat Bpk. AM: no offense ya Pak dan terima kasih banyak atas nilai Apik yang telah bapak berikan *may GBU, amin*.

Blog EntrySep 18, '07 9:42 PM
for everyone
Alhamdulillah bulan yang suci ini tiba kembali dan kita (kaum Muslimin) masih diberi kesempatan untuk menjalaninya kembali. Jujur, kali ini persiapan yang saya lakukan untuk menyambut bulan yang mulia ini amat sangat minim sekali, bahkan hampir dibilang tidak ada ='(. Padahal sudah dari 2 bulan sebelumnya doa via sms yang dikirimkan oleh salah seorang teman mampir untuk mengingatkan. Menyesal? Pastinya, tapi saya pribadi merasa masih belum terlambat karena the real show begin at Ramadhan (and the afterwards). Dan mencapai kesuksesan plus memenuhi target di bulan ini merupakan tujuan tersendiri untuk saya (semoga teman-teman juga begitu ^-^).

Pada intinya Ramadhan ini memiliki beberapa arti tersendiri bagi saya. Pertama, Ramadhan adalah bulan recharging (baca: isi ulang). Because what, ruhani yang selama 11 bulan lalu grafiknya berfluktuasi dan cenderung menurun bagi sebagian besar di antara kita (termasuk yang nulis) kini bisa ditingkatkan kembali insya Alloh dengan laju eksponensial (halah..). Bagi yang ga tau ato unfamiliar dengan kata 'eksponensial' bisa menemuinya di dalam kamus besar matematika, terutama di sub bab kalkulus :p. Kedua, kalo mau ditilik dari segi bisnis, Ramadhan juga merupakan bulan yang amat sangat menguntungkan terutama bagi kaum Muslim. Bukan karena di bulan ini kita bisa mendadak jualan panganan berbuka, jualan busana muslim dan kue-kue untuk persiapan lebaran baik kredit maupun kontan, tapi lebih karena amal-amal kebaikan yang kita lakukan di bulan ini tuh dilipatgandakan berlipat-lipat. Tak hanya yang sunah, yang wajib pun juga. So, bagi kalian yang tertarik untuk berinvestasi apalagi buat kepentingan akhirat, jangan ragu-ragu deh beramal di bulan Ramadhan. Next, and the most important meaning for me is bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan, dimana waktunya pas banget untuk taubat. Bukan berarti di bulan-bulan lain ngga bisa, hanya saja bisa dibilang kalau potensi diterimanya taubat seorang hamba itu lebih besar di bulan Ramadhan mengingat situasinya yang lebih kondusif. Tentu saja taubat-nya yang sungguh-sungguh ya, bukan hari ini taubat lalu diulangi lagi perbuatan maksiat tersebut keesokannya =).

My target in this Ramadhan salah satunya adalah mo coba untuk 'itikaf di masjid selama beberapa hari berturut-turut (jika orang tua mengijinkan). Alhamdulillah karena sudah merupakan agenda rutin setiap Ramadhan sehingga remaja mesjid serta para orang tua di daerah rumah saya cukup banyak yang berpartisipasi mengikutinya. Menurut guru ngaji saya, 'itikaf itu sebenarnya merupakan 10 hari dimana kita diajak untuk fokus memikirkan kepentingan akhirat dan berhenti mengejar dunia. Waktu 'itikaf itu juga sekaligus merupakan latihan bagi wukuf ketika haji nanti. Sebab ketika wukuf (diambil dari akar kata yang sama dengan wakof yang artinya berhenti), dengan durasi kurang lebih selama 6 jam kita diharuskan duduk dan konsentrasi untuk flashback, memohon ampunan dan mengingat-Nya semata. Bagi yang tidak tahan, pastinya akan tergoda untuk melakukan kegiatan yang bersifat duniawi, seperti ngobrol ngalor-ngidul, bercanda, sms-an atau telepon2an, bahkan foto-foto. Padahal, intinya haji itu ada di kegiatan wukuf ini dan sayangnya tidak banyak tempat manasik haji yang mengajarkan atau menekankan tentang hal ini (nah loh..). Inget juga kan tentang keistimewaan 10 hari terakhir Ramadhan, selain merupakan fase itqum minannaar (pembebasan dari api neraka) Lailatul Qadr juga diturunkan di rentang waktu ini lho. Jadi, sayang banget kan kalau dilewatkan dengan "thawaf" dan "lempar jumroh" di mal-mal atau pasar-pasar (hehe, ini juga teguran dan pengingatan bagi diri pribadi sih) ;p  
 
Ngomongin arti Ramadhan udah, target juga udah, apalagi ya. Oia, saya juga ingin membagi beberapa cobaan yang menurut saya cukup sulit dihindari selama menunaikan ibadah puasa di bulan ini =(. Parameter yang saya ambil bukan hal-hal yang membatalkan puasa, soalnya itu saya yakin teman-teman sudah pada tau. Tapi yang ingin saya pakai adalah hal-hal yang membatalkan pahala puasa karena sayang aja kan kalau puasa kita cuma mendapat lapar dan haus saja (rugi lah yaw !). Setau saya ada 3 (CMIIW ya..), pertama bergunjing alias ghibah or fitnah. Kenapa bisa ada 'or', ya karena bergunjing itu bisa dibagi menjadi 2. Akan disebut ghibah kalo apa yg kita omongin adalah tentang kejelekan seseorang yg jika orang tersebut tahu, dia pasti akan tersinggung perasaannya. Terus, jatohnya bakal disebut fitnah kalo apa yang kita obrolin tentang (kejelekan) seseorang tersebut tidak benar adanya. Apalagi mengingat kalo lagi ngobrolin orang biasanya kita jarang minta konfirmasi ama orang yang bersangkutan, bawaannya haqqul yaqin aja dah (terutama kalau si pembawa kabar adalah teman kita sendiri) :p. Pasti udah pada tau lah kalau makhluk perempuan itu suka banget ngobrol, ampe kadang2 indra sensori-nya ga berfungsi dengan baik sehingga tau2 udah aja ngomongin si A, B, C, D ama E (Aih Bo, Cape Deh Eke). Lanjut, yang kedua adalah berbohong. Yup, sifat bohong ini saking tenar dan famous-nya juga sampai dimasukkan sebagai ciri-ciri orang munafik. Kalo white lies gimana? Hmm, wallohu alm bisshowwab ya =) abis susah juga terkadang bedain antara white lies dengan kebohongan yang biasa. Ketiga, mengadu domba. Tolong jangan diartikan secara harfiah ya ><. Mengadu domba ini maksutnya serupa dengan 'divide et impera' yang diterapkan oleh Belanda untuk menjajah Indonesia selama 3,5 abad. Adu domba di jaman modern ini juga berarti kita mengadukan seseorang kepada orang lain, dengan maksud agar timbul perpecahan atau perseteruan diantara mereka. Hal ini, biasanya timbul akibat sifat iri/dengki, tidak mau disalahkan dan suka menghasut demi kepentingan pribadi. Terus terang bagi saya pribadi yang sulit untuk dihindari adalah 2 hal pertama di atas (dooh..) ><! Mudah-mudahan, tidak demikian halnya dengan kalian ya.. Amiin.
 

Blog EntryJun 29, '07 1:10 AM
for everyone
Okay, I spent more than 200 thousands each month to buy books, so? Many people spent it on too, not even for a single knowledge. The book that I also choose wasn't about shallow thoughts or chicklit stories either, not even comics nor magazines. It's about what I need to know, like expanding my income, learning how to create succesfull business, and remind myself more with religious-thing. Many people would say it too, the "so?" word. Well, perhaps I'm saying this because of my guilty feeling that I should've gave it to the people who have rights with the money I spent which of course I didn't do as a routine recently. Awwh, I really feel bad about myself 'coz of it. Sorry..

sudahlah..

Blog EntryMay 15, '07 6:44 AM
for everyone

Iseng-iseng me-list beberapa favourite villains:

- Johan Liebert (Monster)
- Light Yagami (Deathnote)
- Uchiha Itachi (Naruto)
- Tom Marvolo Riddle (Harry Potter)
- Hannibal Lechster (Cannibal)
- Tokoh yang diperanin ama Andy Lau (Infernal Affairs)
- Mikey (Hustle)
- Johnny Ocean (Ocean's 11 and 12)

How about yours?


Blog EntryMay 15, '07 6:42 AM
for everyone

Episode Minggu pagi saya sejak sebulan yang lalu (kurang lebih), diisi dengan olahraga baru yang rutin yakni berenang. Dimulai dengan iklan gratis, hingga promosi (baca: paksaan) rutin kakak saya untuk menemaninya berenang di sebuah kolam renang khusus setiap minggu pagi. Setelah cukup lama bergulat dengan keengganan untuk bangun pagi-pagi di saat libur, akhirnya saya memutuskan untuk mencobanya juga. Sekarang, jadilah setiap minggu pagi, sehabis sholat subuh, kami (saya, kakak, dan seorang sepupu) sudah mulai berbenah untuk persiapan berenang. Ya, karena jam 7 teng, kami harus sudah berangkat dari rumah agar sampai duluan di sana. Alasannya, bukan karena kami sangat berbaik hati ingin membantu petugasnya membersihkan kolam renang, saudara-saudara. Tapi karena saat itulah pengunjungnya belum ramai. Bayarannya cukup murah, hanya 10ribu rupiah per orang. Lokasinya juga mudah dijangkau, karena dekat dengan terminal Kampung Melayu.

Jujur saya sangat berterimakasih pada kakak saya karena akhirnya saya bisa berenang lagi setelah belasan tahun tidak melakoninya :p. Yah walaupun saya juga tidak begitu pandai berenang, tapi bisa berkumpul di kolam renang rasanya enak juga. Adapun beberapa macam 'gaya' yang biasanya saya lakukan di kolam adalah gaya mayat terapung, gaya anjing, gaya torpedo (meluncur), gaya katak, gaya punggung, dan gaya bebas. Saya tau beberapa diantaranya memang ganjil, tapi percayalah itu hanya sebutan yang saya ciptakan sendiri (jadi jangan harap Anda akan menemukan penjelasannya di buku-buku panduan renang, apalagi menanyakannya pada pelatih renang) huehehe :p. Oya, sebelumnya saya minta maaf jika penamaan yang saya berikan dianggap kurang sesuai atau jadi menyinggung perasaan, saya hanya menamakannya sesuai dengan kemiripannya saja.

Ok, masuk ke jurus per..., err maksud saya, gaya pertama yaitu gaya mayat terapung. Ini adalah gaya mengambang diam di air dengan posisi tertelungkup atau tengadah. Jika Anda memilih posisi tertelungkup, Anda harus menahan napas yang cukup lama karena posisi wajah ada di dalam air. Sedangkan jika tengadah, Anda bisa bebas bernapas tapi harus tetap diam karena yang namanya mayat kan ngga bergerak apalagi bicara. Jika sudah expert, mungkin Anda bisa menirukan gaya mayat yang sudah berhari-hari terapung, which is semua anggota badannya secara horizontal terapung di atas air. Next, gaya anjing, gaya ini secara tidak langsung ataupun sadar, dilakukan oleh orang yang ingin berenang dengan tetap mempertahankan kepalanya di atas air setinggi dan selama mungkin. Kalau Anda kesulitan dalam membayangkannya, lihat saja orang yang sedang berusaha/baru belajar berenang dengan gaya bebas, atau seseorang yang tiba-tiba panik ketika berenang di tempat yang agak dalam ;p. Tapi jangan salah loh, kedua gaya ini sebenarnya adalah dasar untuk gaya-gaya sesungguhnya. Gaya mayat terapung dengan posisi tengadah adalah dasar untuk gaya punggung. Sedang gaya anjing, seperti bisa ditarik kesimpulan, adalah tahapan untuk menuju gaya bebas. Sedangkan untuk gaya torpedo (meluncur), itu adalah dasar untuk gaya katak. Lalu untuk gaya kupu-kupu, kata kakak saya dasarnya adalah gaya lumba-lumba.

Sedikit tips dari saya bagi perenang pemula (yang tidak berhasrat untuk mengikuti olimpiade), untuk bisa berenang Anda tidak perlu harus menguasai semua gaya. Pilihlah mana yang sesuai dengan kepribadian Anda. Loh, kok bisa nyambung? Iya, agar gaya tersebut lebih mudah dikuasai. Contohnya nih, perhatikan deh bedanya gaya katak dan gaya bebas. Gaya katak itu cenderung lebih santai dan memerlukan sedikit tenaga dibandingkan gaya bebas. Sehingga gaya katak lebih cocok untuk orang yang santai, memiliki stamina yang pas-pasan, pelan tapi pasti, PD dan berani untuk mencelupkan muka ke dalam air serta mengatur pernapasannya dengan baik. Sedangkan, gaya bebas cenderung lebih mudah dikuasai oleh orang yang aktif, lebih dinamis, punya tekad kuat, dan stamina yang lumayan tinggi. Kalau gaya punggung, cocok untuk orang yang suka melihat-lihat pemandangan sembari berenang ;b (ngasal abiss). Terus buat yang belum bisa ngambang vertically, jangan memaksakan diri untuk berenang di tempat yang dalam tanpa pengawasan dari orang yang tepat. Nanti kalau tenggelam, bisa-bisa ngga ada yang nolongin :(

Oh ya, satu lagi, tentang kram. Kram adalah penghasil mutiara yang.., err.. *membolak-balik halaman ensiklopedi*, salah deng itu kerang. Kram itu terkilirnya otot di dalam air sehingga anggota tubuh yang terkena kram tidak bisa digerakkan dan terasa sakit, biasanya menyerang  kaki, tangan, atau perut. Kalau sudah begini, saya sarankan untuk berhenti dan jangan memaksakan diri untuk melanjutkan berenang sebelum rasa sakitnya hilang. Jika tidak, selain dapat membahayakan diri, rasa sakitnya juga jadi lebih lama hilangnya (pengalaman pribadi :<). Terakhir, jangan lupa sarapan dan pemanasan dulu ya sebelum terjun ke dalam air =)

Buat para muslimah yang ingin tahu alamatnya, just contact me..


Blog EntryMay 15, '07 6:38 AM
for everyone

Menjelang hari lahir saya yang ke-23, rasa bahagia, penyesalan dan syukur sudah menyergap saya lebih dahulu. Bagian dari bahagia itu tercipta kala ibu tercinta saya (ternyata) sudah dari jauh-jauh hari menyiapkan hadiah untuk saya. Sebuah boneka kucing belang 3 yang lucu =^-^=. Belum lagi saat beliau repot-repot memasakkan nasi kuning lengkap dengan lauk-pauk pasangannya untuk membuat hari lahir saya jadi lebih spesial. Hehehe... sebenarnya sih, yang ini sudah menjadi bagian atau tradisi di keluarga saya.

Next, tentang rasa  penyesalan yang ikut menyelimuti diri, muncul ketika saya bermuhasabah. Betapa di sepanjang 11 tahun lebih perjalanan hidup saya sebagai seorang muslimah (dihitung dari semenjak baligh) saya belum bisa menjadi orang yang lebih baik seperti yang saya impikan. Begitu banyak kekurangan, kealpaan, kekhilafan dan kesalahan diri yang saya tabung dibandingkan dengan kebaikan dan amal sholeh yang saya kumpulkan. Jika suatu saat malaikat Izrail menjemput, lantas akan bagaimanakah nasib saya? Sudah siapkah saya mencicipi panas/dinginnya neraka? Dan, berapa lama saya akan tinggal di dalamnya? sepuluh, seratus, seribu tahun, atau selamanya? Ya, mengingat ibadah saya yang masih jauh dari sempurna, tidak pantas rasanya diri ini membicarakan surga (walau tentu saja, seperti hal-nya Anda, saya sangat berharap untuk bisa jadi salah satu penduduk-tetap-nya =>).

Syukur saya pun kian bertambah setelah saya melalui hari H. Sepertinya memang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu nikmat-Nya, tetapi mungkin saya bisa menyebutkan beberapa diantaranya. Mulai dari keluarga terbaik dan terheboh yang saya miliki, teman2 dan sahabat2 yang amat baik dan penuh dukungan, sisa umur, kesehatan dan hidayah yang masih diberikan oleh-Nya, karir dengan suasana dan tantangan persis seperti yang saya harapkan, binatang2 peliharaan yang setia, dan masih banyak lagi.

Di hari itu pula saya tersadar untuk terus dan semakin giat berusaha mencapai cita-cita dan tujuan hidup saya, yaitu menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, serta meraih kesuksesan hidup baik di dunia dan di akhirat. 3 tujuan yang susah-susah-gampang untuk diwujudkan =>, tetapi saya optimis (insya Alloh). Next, to be a better person juga slogan seorang muslim yang harus juga saya perjuangkan maknanya. Dari setiap helaan nafas, denyut jantung dan kedipan mata, saya harus berupaya menjadi pribadi, hamba dan pencinta yang lebih baik dari sebelumnya. Semoga.

Demikianlah cuplikan hidup yang saya coba bagi bersama kalian. Semoga bisa diambil hikmah dan menjadi pengingat. Adapun kesalahan yang saya perbuat, yang hadir dalam tulisan ini ataupun yang saya lakukan langsung/tidak kepada Anda, saya mohon maaf. Semoga sisa umur kita diberkahi. Dan untuk kalian yang juga sedang melewati momen milestone dalam hidup, saya turut mengucapkan: Selamat Ulang Tahun =^-^=


Blog EntryMay 15, '07 6:38 AM
for everyone

Jadi Anker (anak kereta) jelas merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya setelah selama 4 tahun lebih kerap menjadikannya sebagai bagian dari episode kehidupan. Banyak  peristiwa, kenangan dan hikmah yang bisa dipetik di atas uler-keket-besi itu. Belum lagi banyaknya teman-teman baru yang saya dapatkan, seperti Pak Mur, Mba Rini, dan Mba Ayu. Ya, mereka adalah beberapa di antara banyak orang yang sempat berkenalan dengan saya ketika sedang menunggu kereta api di stasiun.

Mulai saat ini, insya Allah saya akan meninggalkan identitas anker tersebut karena (alhamdulillah) orang tua saya telah mengijinkan saya untuk beralih menjadi biker =). Sebab menempuh jarak Fatmawati-Manggarai akan memakan waktu hampir 1,5 jam perjalanan jika menggunakan transportasi umum (including train) tetapi cukup 40 menit jika menggunakan motor dengan kecepatan rata-rata 40-60 km/jam. Transform shock? jangan ditanya, itu sudah hal yang pasti karena dulu peran saya adalah sebagai penumpang yang tidak perlu repot memikirkan keselamatan dalam berkendaraan (dengan asumsi bahwa itu sudah menjadi tanggung jawab supir/masinis). namun sekarang, saya belajar kembali tentang arti "sabar" dan "hati-hati di jalan" sebenarnya.

Kesabaran saat berkendaraan jelas diperlukan, apalagi ketika melihat sedikit celah ataupun open space di jalan yang sedang dilalui.  begitu pula dalam mengambil keputusan untuk menyalip, tancap gas dan mengerem (terutama jika Anda adalah orang yang gampang terbawa esmosi). Sedangkan berhati-hati, amat sangat diperlukan untuk memperhatikan rambu lalu lintas serta pengguna jalan lainnya, dan juga dalam memilih kondisi jalan yang baik untuk dilalui. Terlebih ketika malam hari dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Suka duka menjadi biker yang saya rasakan hingga saat ini adalah: pegal di tangan (karena terus-menerus memegang stang); berasa jadi pembalap moto-gp atau pembalap motor di salah satu game station ;b ; deg-deg-an karena takut nyasar, ditilang dan nabrak sesuatu-yang-pasti-dimintai-pertanggungjawabannya; perasaan lebih bebas, lepas dan bertanggung jawab dalam memegang kendali, pokoknya lebih banyak asyiknya deh (sungguh!). Apalagi ya? Hmm.., bagi teman-teman yang ingin jadi biker jangan lupa bikin SIM C dulu ya. Terus buat yang ingin belajar jadi biker jangan takut, asal bisa naik sepeda pasti cepet bisa karena intinya adalah soal keseimbangan. Soal gas, kopling, rem dan lighting, itu  bisa menyusul.

Yah setidaknya, sekarang saya tidak harus mengejar dan menunggu kereta-malam-yang-jadwalnya-tidak-pasti itu atau terjebak di tengah kemacetan dalam angkot lagi :D So, pulang malam? Siapa takyut !

Ayo, perempuan, jangan mau ketinggalan... ;p


Blog EntryMay 15, '07 6:36 AM
for everyone

Kisah ini saya buat waktu awal kuliah. Idenya, asli dari pengalaman pribadi saya. Berhubung cerita ini saya buat juga dengan tujuan untuk nostalgia masa-masa indah di waktu kecil dulu =^-^=. Niat awalnya sih, untuk dikirim ke majalah anak-anak atau diterbitkan menjadi kumpulan cerita pendek untuk anak-anak (seperti Tottochan gitu deh). Bahkan saya sudah menyiapkan judul untuk kumpulan cerpen tersebut. Tapi karena satu dan lain hal, kayanya ngga jadi =( , walhasil saya memutuskan untuk menerbitkannya saja di blog ini agar bisa dinikmati oleh kalian (syukur-syukur, kalau ada yang tertarik untuk menerbitkan ;p *ngarep*). So, hope you'll enjoy it.

Berburu Ikan

Selama seminggu ini anak-anak SD sedang dalam masa liburannya. Maklumlah, mereka baru saja mengikuti ulangan umum semesteran. Karena itulah banyak diantara mereka yang mulai berencana untuk mengisi liburannya dengan berbagai macam kegiatan. Contohnya Fina dan Hendri, kakak-beradik itu sudah punya program liburan tersendiri. Orang tua mereka berencana untuk menghabiskan masa liburan anak-anaknya di Tasikmalaya. Sekaligus menjenguk nenek dan kakek mereka katanya. Kalo Yeni lain lagi, dia sudah punya rencana untuk pergi ke rumah saudaranya tapi itupun hanya beberapa hari katanya, sisanya mungkin juga akan lebih banyak di rumah saja. Sedangkan aku sendiri, waktu aku bertanya sama Mama, Mama hanya menjawab "Mengisi liburan? Udah lah main saja sama teman-teman kamu, kan masih banyak yang tidak pergi kemana-mana. Lagian waktu liburan kamu itu kan cuma seminggu." "Huuh, mama", sungutku. Iya juga sih seminggu itu memang kelihatannya sebentar, tapi kan kalo kita ga punya kegiatan apa-apa pasti rasanya akan jadi lebih lama. Mana Santi & Tyas katanya juga mau pergi ke Dufan besok, trus lusa pergi ke kebun binatang di Taman Safari. Aaaah...., aku kan juga mau.

Keesokan paginya, aku ketemu sama Oboy dan Mukhlis yang tampaknya baru saja pulang dari bersepeda ria. Mereka itu teman komplekku yang dua tahun lebih muda dariku. Dasar anak cowok, kerjaannya kalo ngga main sepeda, main bola, kalo ngga main video game, main berantem-beranteman. Ih, pasti ngga bakal ada deh yang mau nemenin aku main boneka atau orang-orangan, pikirku.
"Eh, habis darimana kalian ?" tanyaku pada mereka.
"Abis ngeliat orang nyari ikan." kata Oboy sambil memasukkan sepedanya.
"Iya, nih kita mau ikutan nyari ikan." sambung Mukhlis, "Mau ikutan juga ngga Mba ?"
"Hah, emang mau nyari di mana ? Di sawah ? Ngga mau ah, ntar kotor, di sana kan banyak lumpurnya." jawabku sambil terus memperhatikan Oboy yang keluar masuk rumahnya, entah sedang mencari apa.
"Ih, bukan di sawah lagi, tapi di got." ujar Mukhlis.
"Ikannya kecil-kecil dong. Trus nanti buat apaan ?"
"Ga juga, tadi si Agung dapet ikan Sepat gede, ya Klis." kata Oboy.
"Iya. Ya nanti terserah mba Indri mau diapain. Mau dipelihara, dijual, digoreng atau dilepasin lagi juga ga apa-apa." sahut si Mukhlis sambil ketawa.
Tiba-tiba si Bowo datang juga ke rumah Oboy, kelihatannya sih mau ngajakin main video game.
"Eh, kalian pada mau kemana ? Main Video Game yuk."
Tuh kan bener, bisikku dalam hati.
"Ngga ah, kita mau nyari ikan. Eh Klis, lo punya serokannya ga ?" tanya Oboi.
"Ntar gue ambil dulu." jawab Mukhlis sambil pergi ke rumahnya yang tepat di sebelah rumah Oboi. 
"Gue ikutan dong, emang apaan aja sih yang mesti di bawa ?" tanya Bowo.
"Iya, aku juga mau deh." timpalku spontan.

Singkat cerita, Aku, Oboy, Mukhlis dan Bowo akhirnya memulai perburuan ikan kami dari got depan rumahnya mba Ida sampai got depan rumahnya Pak Ismail. Mau tahu alat-alat apa saja yang kami bawa; 2 buah serokan ikan, 1 buah ember kecil dan sebuah potongan papan tripleks kecil. Sebenarnya tadi si Bowo juga hampir mau bawa semacam serokan ikan, tapi ngga boleh ama pembantunya. Ya terang aja ngga bakalan boleh. Lagian siapa suruh saringan kelapa dipakai buat serokan ikan. Hi hi hi, lucu deh waktu ngelihat tampangnya Bowo abis dimarahin.

Wah ternyata di saluran air (atau yang biasa disebut dengan got) yang hijau dan sempit itu banyak binatangnya juga loh. Seringkali yang kami dapat itu malah kecebong-kecebong, bukan ncu. Ncu itu sebutan untuk ikan-ikan kecil. Meskipun kecil ukuran dan warnanya juga macam-maam loh. Ada ncu yang warnanya merah, biru ataupun hijau. Yang kuning-perak juga ada. Ada kepiting-kepiting kecilnya juga, tapi jarang sekali tertangkap habis mereka gesit sih.

Selama perburuan ikan itu, jumlah anggotanya juga semakin bertambah loh. Pertamanya sih cuma Rio sama Adi yang ikutan nibrung ngeliatin. Eh, lama-lama mereka ikut bantuin juga. Trus ada Ayu ama Tri yang akhirnya malah sibuk nangkepin capung jarum di sekitar got, habis ngeliatin kami nangkep ikan.

Oh iya, aku belum cerita ya waktu kami lagi nyerokin ikan-ikan itu, si Mukhlis hampir aja kecebur. Untung sempet pegangan sama si Bowo. Trus si Rio nyopotin sendalnya buat menghalau ikan-ikan kecil itu biar lebih mudah ditangkap oleh Oboy. Pokoknya seru dan lucu deh. Belum lagi si Tri yang sempet kepeleset gara-gara berdirinya di tempat yang licin, untung ngga berdarah cuma lecet aja.

Setelah kurang lebih tiga jam kami berburu ikan akhirnya kami sepakat untuk udahan. Berhubung sebentar lagi waktunya makan siang. Jumlah ikan yang kami tangkap ada sekitar 30-an, termasuk dua ikan Sepat kecil yang berhasil ditangkap oleh Oboy. Sisanya ya, ncu-ncu itu. Tadinya sih pingin bagi hasil tangkapan, tapi karena yang punya akuarium itu cuma Oboy dan Mukhlis, akhirnya semua ikan hasil tangkapan itu kami titipin di tempat mereka.

Bisa dibayangin dong gimana tampang-tampang kami waktu habis udahan berburu ikan. Udah keringetan, bau got, tangan bau amis, kaki pun belepotan lumpur, belum lagi baju kami yang kotor kena cipratan air got. Bahkan kacamatanya si Mukhlis sampai berembun loh. Tinggal Ibu dan para pembantu kami deh yang di rumah pada ngelus-ngelus dada ngeliatnya. He he he ...

Tapi yang penting kami semua gembira dan senang, dan kecemasanku bahwa liburan kali ini bakal membosankan hilang sudah. Psst, besok kami juga udah janjian loh habis bersepeda bersama bakalan nyari ikan lagi. Hanya saja kali ini nyari ikannya di tempat yang agak lebih jauh. Biar lebih seru gitu ;D

Jadi penulis? Yuu...


Blog EntryMay 15, '07 6:35 AM
for everyone

Rumah Om Sugeng hanya selisih dua rumah dari rumah nenekku. Dia memelihara banyak ayam dan beberapa ekor burung dara di halaman belakang rumahnya. Sebenarnya sih rumahnya ngga punya halaman belakang, yang ada hanya gang kecil yang juga saling menghubungkan bagian belakang rumah nenekku dengan rumahnya. Saking banyak jumlah ayamnya, sampai-sampai sepanjang gang kecil di belakang rumah nenekku itu diramaikan oleh keberadaan mereka. Tak jarang ada saja diantara ayam-ayam itu yang nyelonong masuk ke dalam rumah jika kita sampai lupa menutup pintu belakang.

Aku pernah membantu Om Sugeng memberi makan ayam-ayamnya itu langsung dengan tanganku sendiri. Tadinya sih takut berdarah kalau sampai tanganku kena patokannya, apalagi kalau misalnya yang sedang makan beras di genggaman tanganku itu ayam jagonya. Kalian kan tahu sendiri kalau ayam jago itu ayam jantan yang badannya besar, kokokannya nyaring, paruhnya kokoh dan sering dijadikan ayam aduan. Ajaib loh, ternyata rasanya ngga begitu sakit dan yang paling penting tanganku ngga sampai terluka kena patokannya. Pada awalnya sih ayam-ayam itu masih ragu-ragu untuk makan beras langsung dari genggamanku, tapi sama Om Sugeng ayamnya dipanggil-panggil biar mau. Akhirnya mereka jadi pada berebutan matokin beras diatas tanganku. Kalo udah begini sih biasanya aku cuma meringis saja, abis rasanya geli sih.

Mungkin berkat pengalaman itu aku jadi tidak begitu takut pada yang namanya ayam. Malah tiap ketemu ayam jago, aku yang ngejar-ngejar mereka, bahkan sampai ada ayam yang kecebur di got gara-gara aku ngejarnya terlalu semangat. Hi hi hi, aku bandel juga ya :D

Aku paling suka ngelus-ngelus anak ayam, habis mereka itu lucu-lucu sih bikin aku geregetan kalo ngeliat mereka. Biasanya aku suka dimarahin mama kalo ketauan mainin anak ayam, katanya ntar bisa mati kalo kelamaan dimainin sama aku. Om Sugeng juga pernah  negur aku kalau aku ketauan lagi nguber-nguber anak ayamnya, alasannya nanti mereka bisa pada stress dan ngga mau makan. Kalau nenekku sih khawatirnya kalau nanti aku bakal dipatok oleh induknya. Waktu itu yang aku bilang sama nenek cuma, "Dipatok ayam kan ngga sakit, Nek. Buktinya, Indri pernah dipatok ayam jago trus ngga kenapa-kenapa."

Hingga pada suatu hari, ketika aku hendak kembali ke rumah nenekku sehabis membeli jajanan di warungnya Le' Mar lewat gang belakang, aku melihat ada gerombolan anak ayam milik Om Sugeng bersama induknya sedang mencari makanan. Karena terdorong oleh rasa gemasku, aku pun berniat menangkap salah satu dari anak ayam itu untuk kupinjam sebentar. Maksudku sih cuma untuk kumainin sebentar di rumah nenek, setelah itu baru akan kulepaskan lagi. Akhirnya, aku mengendap-ngendap mendekati gerombolan anak ayam itu dan dengan gerakan secepat mungkin aku ambil salah satu anak ayam dari gerombolannya. Setelah sukses menangkap salah satu anak ayam tersebut, dengan bodohnya aku tidak langsung lari, malah dengan santai berjalan sambil mengelus-ngelus anak ayam yang kini sedang berciap-ciap dalam genggaman tanganku. Habis, aku kan berpikir kalau tidak akan ada orang yang tahu perbuatanku. Maklumlah, siang hari itu memang tidak ada siapa-siapa di sepanjang gang sempit tersebut =E.

Namun, tiba-tiba saja dari arah belakang, Sang Induk ayam berlari mengejarku dan mematuk lututku sampai berdarah. Saking kagetnya aku, anak ayam yang tadinya berhasil kutangkap sampai terlepas dari tanganku. Saat itu yang bisa kupikirkan hanya secepatnya masuk ke dalam rumah nenekku dan menutup rapat-rapat pintu belakangnya, supaya Induk ayam itu tak bisa lagi mengejar. Setelah aku merasa cukup aman dari kejaran Induk ayam tersebut, barulah aku berani memeriksa lututku yang terluka akibat patokan maut Sang Induk ayam, sambil meringis kesakitan. Malam harinya, tidak ada anggota keluarganya yang tidak tertawa seusai -dengan menggebu-gebu- aku menceritakan pengalaman tersebut. Apalagi kakakku, dia malah bilang "Rasain lo, emang enak. Lagian siapa suruh ngejar-ngejar anak ayam orang." Bahkan dengan santainya nenekku hanya berkata "Nenek kan sudah ngingetin kamu berkali-kali, kamunya aja yang ngga mau dengerin." "Huuh, sebel." sungutku dalam hati.

Sejak saat itu aku kapok, dan ngga mau lagi lewat gang belakang. Apalagi kalau harus bertemu dengan ayam-ayam milik Om Sugeng, terutama Sang Induk ayam. "Hii, siapa tahu dia masih menyimpan dendam dan bakal mematuk aku kalau ketemu lagi." begitu pikirku.

Keesokan harinya, aku diajak menonton pertandingan voli di lapangan RT oleh tanteku. Sore itu pertandingannya berjalan dengan seru, penontonnya juga banyak dan cukup ramai, ada juga beberapa tukang jajanan, tapi bukan itu yang menjadi perhatianku. Yap, perhatianku sekarang sepenuhnya beralih pada segerombolan anak ayam bersama Induknya, yang sedang mencari makan. Tak lama, aku pun melesat dan mulai sibuk mengejar-ngejar anak-anak ayam itu. Sampai tanteku kebingungan mencariku.

Ketika akhirnya dia menemukanku, aku masih tetap saja asyik berusaha menangkapi anak-anak ayam tersebut. "Ya ampun Indri, tante kira kamu kemana. Ngga taunya lagi nguber-nguber anak ayam. Kamu ngga takut dipatok lagi sama induknya ?" tanya tantenya. "Ngga, kan ini bukan ayamnya Om Sugeng, Tante." sahutku polos. "Indri, Indri, dasar anak pinter. Pinter ngeles." kata tantenya sambil tertawa geli.